PGI Tekankan Peran Strategis Gereja, Keluarga, dan Sekolah Hadapi Ideologi Ekstrem pada Anak

Pendidikan53 Dilihat

“Apakah secara institusional paradigma terapeutik ini sudah masuk dalam kebijakan gereja? Apakah para pelayan memiliki kapasitas mendampingi tantangan kontemporer yang kompleks? Dan apakah jemaat sudah membentuk pola relasi yang sehat sebagai satu keluarga Allah?” tanyanya retoris.

Menurutnya, pemulihan anak-anak yang rentan tidak bisa dicapai hanya melalui khotbah, melainkan melalui tindakan solidaritas yang holistik dan penyediaan ruang pembelajaran relasi yang sehat.

Rumah sebagai Gereja (Ecclesia Domestica)
Dari sudut pandang keluarga, Dosen Seminari Alkitab Asia Tenggara (SAAT), Junianawaty Suhendra, Ph.D., menekankan pentingnya pengawasan radikal di tengah ancaman ideologi ekstrem.

“Kondisi saat ini sedang tidak baik-baik saja. Kita harus merespons secara radikal melalui pengawasan dan pengajaran yang terus-menerus dalam keluarga. Ulangan 6:1-9 menjadi amanah utama dalam persoalan ini,” ujar Ketua Komisi Keluarga dan Anak PGI tersebut.

Ia juga mendorong penerapan konsep Ecclesia Domestica atau rumah sebagai gereja. Mengingat keluarga saat ini sering terdiri dari lintas generasi, persekutuan bersama dan penguatan firman Tuhan menjadi kunci untuk merajut relasi yang harmonis.

Komentar