“Proyek Museum Batak ini bersifat multi-years sehingga membutuhkan dukungan pembiayaan dari pemerintah. Ini merupakan inisiatif yang sejalan dengan visi Menteri Kebudayaan,” ujar Sintong.
Lebih lanjut, Sintong menjelaskan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Direktur Utama BPODT, Jimmy Bernando Panjaitan, serta berencana menemui Menteri Pariwisata untuk memastikan ketersediaan lahan. Selain museum, kawasan tersebut akan dioptimalkan untuk pelestarian tanaman endemik khas Toba.
“Kami ingin menanam tanaman seperti andaliman, kemenyan, dan flora khas Batak lainnya. Tujuannya agar pariwisata Danau Toba semakin memiliki daya tarik bagi wisatawan internasional. Bahkan, direncanakan ada lokasi khusus pembudidayaan Ikan Batak,” tambahnya.
Penguatan Budaya dan Pendidikan
Bupati Toba, Effendi Napitupulu, menyambut baik kolaborasi ini. Menurutnya, MoU ini sangat penting untuk memperkuat nilai-nilai sejarah dan budaya masyarakat Batak Toba.
“Batak Center dan OPD terkait, mulai dari Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pendidikan, hingga Pertanian, harus duduk bersama agar program ini benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tegas Effendi.









Komentar