Peringatan 71 Tahun KAA: Megawati Dorong Indonesia Teladani Peran Strategis China di Kancah Dunia

Nasional61 Dilihat

“Melalui KAA, Bung Karno membuktikan bahwa bangsa-bangsa Asia dan Afrika memiliki martabat dan keberanian untuk menentukan masa depannya sendiri tanpa intervensi kekuatan kolonial,” tegas Basarah.

Ia mengutip pidato ikonik Bung Karno, “Lahirkanlah Asia Baru dan Afrika Baru,” yang menekankan bahwa perdamaian adalah prasyarat mutlak bagi kemerdekaan. “Prinsip inilah yang menjadi ruh Dasasila Bandung yang tetap relevan sebagai fondasi hubungan internasional yang berkeadilan,” tambahnya.

Diskusi Panel dan Kehadiran Tokoh
Acara ini dihadiri oleh jajaran elit PDI Perjuangan seperti Sekjen Hasto Kristiyanto, Wasekjen Utut Adianto, serta sejumlah anggota DPR RI seperti Niko Siahaan dan Once Mekel. Hadir pula Direktur Eksekutif Megawati Institute Hilmar Farid, Budayawan Ahmad Sobari, serta Direktur Amnesty Internasional Indonesia Usman Hamid.

Hal senada, Pakar Hukum Internasional UI Prof. Hikmahanto Juwana menegaskan, Dasasila Bandung masih sangat relevan dan mendesak Pemerintah serta DPR untuk terus menggelorakan semangat tersebut demi kemaslahatan dunia.

Pengamat Timur Tengah dari Universitas Padjajaran (UNPAD) Dina Y. Suleman menyoroti konflik AS-Israel dengan Iran sebagai bentuk hegemoni kekuasaan dan menjelaskan bagaimana kedaulatan Iran terbentuk pasca-Revolusi 1979.

Komentar