Dilema Kebun Sayur: Menanti Fajar di Tengah Bayang-Bayang PPD dan RT yang Dinilai Abu-abu

Peristiwa89 Dilihat

BeTimes.id– Jarum jam menunjukkan pukul 22.00 WIB ketika deru mesin motor perlahan mati di depan kantor DPC PDI Perjuangan Jakarta Timur, Senin (20/2).

Malam itu, dinginnya udara Jakarta tak menyurutkan langkah sembilan orang perwakilan warga Kebun Sayur, Kelurahan Ciracas. Di bawah pimpinan Tumpal Tambunan, mereka membawa beban yang sudah menahun: sengketa tanah, infrastruktur yang karut-marut, dan krisis kepercayaan pada pemimpin lokal mereka sendiri.

Pertemuan yang sedianya digelar pukul 19.00 itu sempat bergeser karena agenda rapat gabungan partai. Namun, bagi warga RT 05/RW 06, menunggu tiga jam bukan masalah besar dibandingkan menunggu kepastian hukum atas tanah yang mereka pijak selama puluhan tahun.

Di ruang pertemuan, aduan warga mengalir deras di hadapan Ketua DPC PDI Perjuangan Jaktim, Dwi Rio Sambodo. Salah satu poin paling getir yang disampaikan adalah sikap Ketua RT 05, Pandi Saputra.

“Dulu dia duduk di kursi itu karena dukungan kami, warga Kebun Sayur. Tapi sekarang? Sikapnya abu-abu,” keluh salah satu warga.

Komentar