Membasmi ‘Maling’ di Balik Piring: Strategi KSP-KPK Amankan Program Makan Bergizi Gratis

Nasional47 Dilihat

BeTimes.id– Di salah satu sudut ruang kerja Bina Graha, Jakarta Pusat, sebuah diskusi krusial tengah berlangsung pada Selasa sore (5/5). Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Dudung Abdurachman, duduk berhadapan dengan Wakil Ketua KPK, Agus Joko Pramono.

Agendanya jelas: memastikan “benteng” pencegahan korupsi tidak jebol, terutama pada program yang tengah menjadi buah bibir masyarakat, Makan Bergizi Gratis (MBG).

Pertemuan itu bukan sekadar seremoni formal. Dudung mengungkapkan bahwa mereka tengah membedah implementasi Perpres Nomor 54 Tahun 2018 tentang Strategi Nasional Pencegahan Korupsi.

Bahkan, ada rencana besar untuk merombak aturan tersebut guna menarik Kementerian Keuangan dan BPKP masuk dalam barisan pengawas.”Saya kedatangan pimpinan KPK, Pak Agus. Kita sedang merancang untuk mengusulkan perubahan agar Menkeu dan BPKP terlibat langsung,” ujar Dudung dengan nada tegas.

Namun, yang mencuri perhatian adalah aroma ketimpangan yang mulai terendus dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis. Dudung tidak menutup mata atas laporan-laporan miring yang masuk ke mejanya.

Ia menegaskan tidak akan sekadar duduk di belakang meja untuk menunggu laporan formal yang biasanya diserahkan dua kali setahun kepada Presiden.”Saya tidak akan segan-segan untuk expose secara langsung jika terbukti ada ketimpangan,” kata Dudung.

Mantan KSAD ini berencana melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lapangan bersama tim lintas kementerian. Baginya, komitmen Presiden untuk menyapu bersih “maling” anggaran adalah perintah yang harus dijalankan tanpa kompromi. “Ini uang rakyat, rakyat harus tahu.”Senada dengan Dudung, Agus Joko Pramono dari sisi KPK menekankan pentingnya perbaikan tata kelola (governance).

KPK melihat masih ada celah sistem yang belum berjalan optimal. Rekomendasi perbaikan pun telah dilayangkan kepada Kepala Badan Gizi Nasional (BGN).”Banyak hal yang bisa dipertajam dari governance-nya. Kita tinjau, kita awasi, dan sistem yang kurang berjalan sudah kami beri masukan,” jelas Agus singkat namun padat.

Kini, bola panas ada di tangan para pelaksana di lapangan. Dengan ancaman sidak dan ekspos publik dari KSP, serta pengawasan ketat dari KPK, program Makan Bergizi Gratis sedang berada di bawah mikroskop pengawasan tertinggi.

Dudung berjanji akan segera turun ke lapangan untuk memastikan bahwa nutrisi yang dijanjikan sampai ke tangan yang berhak, tanpa “disunat” oleh kepentingan pribadi atau kelompok.(ralian)

Komentar