Menanti Keajaiban Era Habibie Saat Rupiah Tercekat di Angka Rp 17.600

Nasional309 Dilihat

Karena akar masalahnya tertanam jauh di dalam struktur ekonomi, obatnya pun tidak bisa instan. Pemulihan rupiah kali ini dipastikan akan memakan waktu yang jauh lebih panjang.

Menurut Wijayanto, memperbaiki faktor fundamental dan struktural memerlukan kerja keras dan persistensi yang tinggi.Bahkan, ia memberikan peringatan pahit jika pun kelak pemerintah berhasil membenahi rapor merah ekonomi ini, jangan harap rupiah akan otomatis menguat drastis seperti di era Habibie.”Dan ketika isu ini sudah berhasil diatasi dengan baik, pelemahan akan melambat atau berhenti, tetapi belum tentu rupiah akan menguat,” tuturnya.

Fase ini, menurutnya, bisa jadi merupakan babak baru bagi perekonomian Indonesia. Sangat mungkin angka Rp 17.000 hingga Rp 18.000 per dollar AS tidak lagi dianggap sebagai kondisi krisis, melainkan akan menjadi baseline atau referensi baru bagi pergerakan mata uang Garuda di masa depan.

Absennya Sense of CrisisMelihat alarm bahaya yang sudah menyala, Wijayanto menilai langkah perbaikan radikal seharusnya sudah dimulai sejak sekarang.

Sayangnya, ia melihat ada dinding penyangkalan yang tebal di jajaran pemerintahan.

Komentar