Bekuk Arsenal Lewat Adu Penalti, PSG Pertahankan Gelar Juara Liga Champions

Olahraga176 Dilihat

Meski sepakat bahwa pelanggaran tersebut layak diganjar penalti, Iturralde menilai ada aspek krusial yang luput dari pengamatan perangkat pertandingan.”Kvaratskhelia seharusnya tidak berada di lapangan karena kakinya berdarah selama beberapa menit. Wasit membiarkannya saja,” ujar Iturralde.

Ia merujuk pada aturan Laws of the Game yang mewajibkan pemain dengan luka terbuka atau berdarah untuk meninggalkan lapangan guna menerima perawatan medis hingga pendarahan benar-benar berhenti.

Tak lama setelah penalti diberikan, Kvaratskhelia memang terlihat mendapat penanganan tim medis dan kakinya dipasangi perban.Atas dasar aturan tersebut, Iturralde berpendapat bahwa rangkaian permainan yang berujung penalti mestinya tidak pernah terjadi.

Kendati demikian, mantan pengadil asal Spanyol itu tidak meragukan keabsahan pelanggaran Mosquera.”Penaltinya sangat jelas. Itu jenis pelanggaran yang biasa Anda lihat di sepak bola usia muda. Ke mana bek itu akan pergi?” kritiknya.

Iturralde juga menjelaskan alasan mengapa Mosquera lolos dari kartu kuning kedua. Menurutnya, situasi pelanggaran tersebut tidak memenuhi unsur sebagai peluang bersih untuk mencetak gol (denying an obvious goal-scoring opportunity).

Komentar