Hasto Soroti Alarm Fiskal Indonesia: Defisit, Pelemahan Rupiah, hingga Ancaman PHK

Nasional202 Dilihat

BeTimes.id– Di tengah peringatan Hari Lahir Pancasila yang sarat makna kebangsaan, Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto menyampaikan peringatan keras mengenai kondisi perekonomian Indonesia.

Menurutnya, berbagai indikator ekonomi menunjukkan bahwa negara sedang menghadapi tekanan serius, baik dari sisi fiskal, moneter, maupun sektor riil yang langsung dirasakan masyarakat.

Berbicara di hadapan peserta upacara pada Senin (1/6), Hasto menggambarkan situasi fiskal nasional sebagai persoalan yang tidak bisa dianggap ringan. Ia menyoroti defisit transaksi berjalan yang terjadi pada kuartal pertama 2026 serta keseimbangan primer APBN yang masih berada di zona negatif.

Bagi Hasto, kondisi tersebut menjadi sinyal bahwa kesehatan keuangan negara sedang menghadapi tantangan besar. Ketergantungan terhadap utang untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan negara, menurutnya, menjadi persoalan yang patut mendapat perhatian serius.

“Indonesia saat ini menghadapi persoalan yang sangat-sangat serius terhadap fiskal, moneter, dan kehidupan perekonomian di sektor riil,” kata Hasto dalam pidatonya.
Ia bahkan mengibaratkan kondisi tersebut sebagai praktik “gali lubang tutup lubang”, ketika utang lama harus dibayar dengan utang baru.

Komentar