Namun, seluruh informasi itu masih akan diverifikasi melalui pemeriksaan langsung di lapangan sebelum disampaikan kepada publik.
Anam menegaskan tragedi tersebut tidak boleh menghentikan upaya pemberantasan narkoba di Katingan. “Karena memang (pemberantasan) narkoba ini menjadi program utama Pak Presiden dan Pak Kapolri,” ujar dia.
Menurut dia, wilayah tempat kejadian perkara diduga merupakan salah satu kantong peredaran narkotika sehingga pengungkapan jaringan hingga aktor utamanya harus terus dilakukan.
“Karena kalau itu sudah terkenal kayak begitu artinya distribusinya memang banyak. Bosnya juga adalah ini harus ditarik sampai level siapa yang paling menjadi bos dalam jejaring narkoba di sana,” tutur Anam.
Sebelumnya diberitakan, tiga anggota Satresnarkoba Polres Katingan, yakni Aipda Yudhie Perdana Putra, Aiptu Sumaryanto, dan Bripda Nopandri Ramadhana, gugur saat menggerebek bandar narkoba di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah, Kabupaten Katingan, pada Rabu (1/7).
