Wakil Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja menghadiri Penguatan Komitmen dan Aksi Nyata Percepatan Penanggulangan TBC di kantor Kementerian Dalam Negeri B
BeTimes.id– Penyakit TBC Jawa Barat termasuk cukup tinggi termasuk di Kabupaten Bekasi. Bahkan di tingkat nasional, Indonesia berada di urutan kedua jumlah penderita terbanyak di dunia.
Sehingga penanganan TBC merupakan isu kesehatan serius, baik di tingkat nasional maupun daerah, kata Wakil Bupati (Wabup) Bekasi, Asep Surya Atmaja, ketika menghadiri Penguatan Komitmen dan Aksi Nyata Percepatan Penanggulangan TBC yang dipimpin langsung Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dan Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, di Gedung Kementerian Dalam Negeri, Jakarta Pusat, Selasa (26/8).
Agenda yang diikuti delapan gubernur ini sebagai langkah penting menuju Indonesia Bebas TBC 2030.“Untuk Kabupaten Bekasi, penanganan TBC sudah mulai berjalan dengan terbentuknya tim penanggulangan. Bahkan sebelumnya, saat kunjungan Wakil Menteri Kesehatan ke wilayah Sukaraya, telah dilakukan penguatan di lapangan. Insya Allah secara bertahap bisa menekan angka kasus TBC di daerah,” ujar Asep Surya Atmaja.
Ditekankan, salah satu kendala utama kasus TBC adalah pasien yang tidak menuntaskan pengobatan. Efek samping obat TBC, seperti perubahan warna urine, gangguan lambung, hingga gangguan penglihatan, sering menjadi penyebab putus obat.
“Padahal, pengobatan harus dijalani sampai selesai agar pasien benar-benar sembuh dan tidak menularkan kepada orang lain. Karena itu, pengawasan dan dukungan keluarga, tokoh masyarakat, serta alim ulama sangat penting dalam mendorong pasien agar disiplin berobat,” jelasnya.
Percepatan penanggulangan TBC tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah daerah, tetapi perlu kolaborasi seluruh elemen masyarakat agar Kabupaten Bekasi dapat ikut berkontribusi dalam pencapaian target eliminasi TBC nasional pada tahun 2030.
“Harapan kita bersama, dengan sinergi semua pihak, Kabupaten Bekasi dapat terbebas dari TBC. Pemerintah daerah siap memberikan dukungan, pendampingan, dan sosialisasi agar masyarakat lebih sadar pentingnya pencegahan dan pengobatan TBC,” tegasnya.(adv)
Komentar