Megawati juga menyoroti kondisi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang dinilainya perlu diremajakan (rejuvenasi).
Mengutip pemikiran Bung Karno, ia menyatakan bahwa struktur PBB saat ini sudah usang.”Bung Karno berbicara di depan PBB menyerukan kesetaraan dengan menghapus hak veto yang dimiliki negara-negara pemenang Perang Dunia II. Kita mestinya berpikir bagaimana berdiri di atas kaki sendiri (Berdikari),” tegas Megawati.
Ia bahkan melontarkan gagasan berani terkait lokasi markas besar PBB. Berkaca pada ketegangan geopolitik saat ini, Megawati mengusulkan agar markas PBB dipindahkan ke negara netral, bukan lagi di New York, Amerika Serikat.
Megawati mengingatkan kembali pidato monumental Bung Karno, “To Build the World Anew”, yang menekankan persatuan antarbangsa dalam menghadapi kolonialisme dan imperialisme.
Ia menyindir ketergantungan Indonesia pada impor yang menurutnya merupakan bentuk kolonialisme modern.”Kita mau berdikari, tetapi masih hobi impor. Padahal kita bisa produksi sendiri. Itu masih bentuk kolonialisme loh,” imbuhnya.
Pandangan PakarDiskusi ini juga menghadirkan sejumlah narasumber ahli, yakni Pakar Hukum Internasional UI Prof. Hikmahanto Juwana menegasan, bahwa Dasa Sila Bandung masih sangat relevan bagi kemaslahatan dunia dan meminta Pemerintah serta DPR untuk terus menggelorakan semangat tersebut.






Komentar