Oleh: Timboel Siregar
Kunjungan Prabowo ke Prancis menuai polemik. Diberitakan sudah empat kali Presiden berkunjung ke Prancis, dan sudah banyak negara yang dikunjungi Prabowo sejak dilantik jadi Presiden.
Kunjungan demi kunjungan ke luar negeri memberikan janji masuknya investasi ke Indonesia namun investasi yang dijanjikan belum signifikan masuk untuk membuka lapangan pekerjaan lebih banyak untuk menyeimbangkan penambahan jumlah angkatan kerja baru tiap tahun (para lulusan Perguruan Tinggi, SMA/SMK, dsb), pengangguran terbuka yang mencapai 7,4 juta orang, serta Setengah Penganggur yang berjumlah 11.6 juta orang yang memang masih mencari pekerjaan juga.
Belum lagi pekerja yang terPHK pun berusaha mencari pekerjaan kembali, yang di 2024 ada sekitar 70 ribuan, di 2025 sekitar 80 ribuan, dan per April 2026 sudah terPHK 15 ribuan pekerja, yang akan diikuti lagi PHK-PHK lanjutan seperti pekerja di gerai modern.
Tentunya pembukaan lapangan kerja, khususnya di sektor formal sangat dinanti rakyat Indonesia supaya mereka dapat penghasilan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Dan ini yang diharapkan rakyat dari kunjungan Presiden ke luar negeri.
Kalau kunjungan ke luar negeri tidak memberikan manfaat untuk pembukaan lapangan kerja di Indonesia, patutlah rakyat mempertanyakan kunjungan Presiden dan rombongannya ke luar negeri.










Komentar