Dinas Pariwisata Kabupaten Bekasi Gali Sejumlah Lokasi Objek Wisata

Bisnis515 Dilihat

Drs.H.Iyan Priatna.MSi

BeTimes.id-Dinas Pariwisata Kabupaten Bekasi, akan terus mengembangkan objek wisata untuk mengimbangi pertumbuhan industri, apalagi jumlah penduduk yang terus berkembang. Dan sampai saat ini, belum ada lokasi wisata yang bisa diandalkan dan dikelola Pemerintah Daerah.

Daerah ini sebenarnya memiliki sejumlah lokasi yang bisa dikembangkan, seperti pantai yang cukup indah di Muara Gembong. Bahkan, beberapa tahun lalu sudah direncanakan  di Muaragembong akan dibangun pelabuhan, namun hingga kini belum ada. Pelabuhan itu, untuk mendukung kawasan industri terbesar di Asia Tenggara, sehingga  hasil produksinya bisa melalui pelabuhan tersebut. DPRD pun sudah menyetujuinya, tapi tak ada kelanjutannya. Yang pasti, banyak potensi yang bisa digali agar daerah yang juga dijuluki salah satu lumbung padi Jawa Barat, memiliki lokasi wisata yang langsung dikelola Pemkab.

Menurut Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Bekasi, Drs.H.Iyan Priatna.MSi jumlah penduduk yang terus berkembang memang tidak didukung objek wisata  milik Pemkab. Namun, pihaknya akan terus menggali sehingga daerah ini menjadi tujuan wisata kelak.

Kalau pun ada sejumlah lokasi wisata, itu dikelola masyarakat. Sebagai contoh, ada sekitar 14 Pokdarwis (Kelompak Sadar Wisata)  di daerah ini, yaitu Pokdariwis Gedung Juang, Kawung Tilu, Alif Bata, Rawa Binong, Situ Abidin,  Cibereum, Citra Alam Bahari,  Kahuripan, Pesisir Pal Jaya, Taman Pelangi, Taman Bunga Matahari, Bungin Bakti Jaya, Pesona Wanajaya Cibitung dan Sambilangan Bahari Tarumajaya.Lokasi itu, ditangani masyarakat. “Perlu juga menjadi perhatian Pemerintah Daerah,” kata mantan Kepala Dinas Koperasi Kabupaten Bekasi ini.

Kepada  bekasi times,  mantan Camat Cikarang Pusat ini mengatakan, pihaknya sedang mengembangkan wisata industri. Ia  menawarkan ke pabrik agar membuka diri bagi wisata. Terutama kepada pelajar dan mahasiswa karena selain berwisata, sekaligus menambah ilmu pengetahuan sesuai dengan jurusannya. Berbagai produk yang dihasilkan pabrik di kawasan-kawasan industri, misalnya yang mau jadi insinyiur,  akan dibawa ke pabrik otomotif,  listrik dan sangat tergantung dengan keinginan wisata yang  akan dipandu  dari Dinas Pariwisata.

Pihaknya, hanya fasilitator  yang  menghubungkan ke sejumlah perusahaan di kawasan industri. Gagasan itu, disambut baik, sejumlah pabrik dan menyatakan siap bekerjasama. Selain memperkenalkan bahwa Kabupaten Bekasi sebagai daerah industri, pihaknya akan melihat peluang ini diminati. Bahkan, ada mahasiswa dari luar daerah yang akan berwisata ke kawasan industri, tentu saja mereka akan dibawa ke perusahaan  sesuai jurusannya. Dengan mengutamakan  pelajar, walau tak tertutup siap saja dan dari perusahaan mana.

Diakui, daerah yang berbatasan dengan DKI Jakarta, memiliki julukan sebagai daerah industri terbesar di Asia Tenggara, juga lumbung padi Jawa Barat. Hanya saja, hingga kini belum memilik wisata alam milik Pemkab Bekasi dan  kawasan industri,  salah satu yang bisa dijadikan sebagai objek wisata.

 “Sebelum saya jadi Kepala Dinas Pariwisata, wisata industri ini, memang sudah dirintis dan saat ini akan dikembangkan,” katanya.

Sementara itu, Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Bekasi, Sunandar mengapresiasi wisata industri itu. Tetapi Dinas Pariwisata harus mengemas dengan baik, sehingga tidak hanya sekedar. Selain berkesan, juga para wisatawan juga bisa menambah ilmu.

Kehadiran industri  harus diimbangi dengan objek wisata, karena banyak tenaga asing yang berkerja di sejumlah pabrik yang memerlukan tempat wisata tersebut.

Misalnya, daerah pantai yang belum tersentuh sampai saat ini. Makanya, didorong agar Dinas Pariwisata segera mewujudkan pantai itu menjadi tempat wisata. Ini memang menjadi pembicaraan setiap tahunnya, tetapi sampai kini belum juga diwujudkan. Yang jelas banyak lokasi yang bisa dijadikan wisata, seperti beberapa Situ yang belum tersentuh.

Objek wisata yang dikembangkan di Desa-Desa, itu dikelola Desa maupun masyarakat setempat. Dan yang berperan di sana adalah Kelompok Sadar Wisata, tetapi diharapkan bisa terus dikembangkan. Kelompak Sadar Wisata  (Pordawis), harus mampu berinovasi, sehingga menarik minat wisata  yang berdampak terhadap pendapatan masyarakat sekitar dan pendapatan asli daerah.(hem)

Komentar