Setia Seperti Hana, Tangguh Seperti Debora: Tiga Dekade Perjalanan Perempuan GKRI JDC

Uncategorized615 Dilihat

Namun, alih-alih meledak, sang istri justru berucap lembut, “Gak apa-apa, yang penting Ayah tidak apa-apa. “Sikap sabar dan kasih itulah yang meruntuhkan ego Jack Marpaung.

Dari ‘Kamar 13’, ia berbalik melayani Tuhan hingga akhir hayatnya pada Januari 2025,” kenang Titrin. Mengacu pada Galatia 5:18-19, Titrin mengingatkan jemaat untuk hidup dipimpin Roh, bukan hawa nafsu, serta meneladani kesetiaan Hana yang doanya mampu mengubah kemandulan menjadi berkat Samuel bagi bangsa Israel.

Momen unik terjadi saat prosesi tiup lilin. Sebagai adaptasi kebiasaan baru pasca-pandemi, lilin ulang tahun tidak ditiup, melainkan dipadamkan dengan lambaian kipas kertas.

Diiringi lantunan lagu rohani, Pdt. Dr. Yohanes Ratu Eda bersama Ibu Gembala Mona Ratu Eda br. Purba, Pdt. Monascop Dalatiep yang setia mengiringi dengan kibor, serta para tokoh senior seperti Pdt. Bambang Toemboka dan Lamria Tambunan, berdiri bersama mengelilingi kue ulang tahun.

Sejarah panjang pun dibacakan. Romaida, aktivis GKRI JDC, mengingatkan kembali bahwa wadah ini lahir pada 21 April 1995 dengan nama Komisi Wanita “Hana”, bentukan Pdt. Ronny Mandang. Nama tersebut kemudian berganti menjadi “Debora” sang hakim perempuan yang perkasa di bawah kepemimpinan Pdt. Dr. Yohanes Ratu Eda.

Komentar