Bagikan berita kami:

Ketua Umum DPP GAMKI Willem Wandik,S.Sos didampingi Sekretaris Umum DPP GAMKI Sahat Sinurat memberikan cindera mata kepada Wakil Menteri Agama Republik Indonesia (Wamenag RI) Zainut Tauhid Sa’adi (foto:Ralian)

BeTimes.id-Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) memilih perayaan Natal Nasional di Kota Padang, Provinsi Sumatera Barat, agar melihat dan merasakan langsung keberagaman hidup beragama di daerah ini dan kota Padang yang dijalani masyarakat lokal dengan humanis.

“Meski masyarakat Minang beragama Islam, namun tidak memperbolehkan kasus penindasan atau pengucilan terhadap agama lain. Prinsip ini dipegang erat dan menjadi kontrol terhadap perilaku sosial dalam hidup bermasyarakat,” kata Ketua Umum DPP GAMKI Willem Wandik,S.Sos, dalam Perayaan Natal Nasional 2021 GAMKI, di Hotel Keyiard Bumiminang, Padang, Sumatera Barat, Sabtu (8/1) malam.

Dalam perayaan Natal Nasional 2021 mengambil thema “Bersehati Memelihara Kasih Persaudaran”. Dan sub thema, “Mewujudkan Makna Natal Dengan Memelihara Kasih Persaudaraan Di Tengah Kebinekaan”.

Dalam perayaan Natal Nasional ini hadir Duta Besar Palestina untuk Indonesia Zuhair Al-Shun, Wakil Menteri Agama Republik Indonesia (Wamenag RI) Zainut Tauhid Sa’adi, Wakil Bupati Mentawai Kortanius Sabeleake, Ketua PGPI Sumatera Barat Pdt. Hendri Dunan Sirait, Ketua KNPI Sumatera Barat Nanda Satria, Wakil Ketua Umum DPP GAMKI Sherly Wattimena, Sekretaris Umum DPP GAMKI Sahat Sinurat, dan pemuda Kristen Sumatera Barat.

Menariknya, dalam perayaan Natal Nasional yang dihadiri seluruh DPD GAMKI seluruh Indonesia itu disuguhi drama natal, tarian Sekapur Sirih dari Nias, dan Tarian Pasaman Sumatera Barat.

Wandik mengutarakan masyarakat memahami kemajemukan dan toleransi tidak dalam bingkai teoritis tetapi lebih kepada makna praktis dan aplikatif.

“Hal yang sama juga dapat kita rasakan ketika berada di Papua, Maluku,Sulawesi, Sumatera Utara, dan daerah lainnya. Banyak masyarakat Minang yang merantau dan bekerja di sana, dan dapat hidup damai dengan suku dan agama lainnya. Itulah wujud Indonesia yang kita cita-citakan. Tidak membeda-bedakan agama, melainkan bersatu untuk mencapai kesejahteraan bersama,”ujar Anggota DPR RI itu.

Menurut Wandik, hal ini seirama dengan perjuangan GAMKI, baik dari tingkat pusat maupun daerah-daerah untuk menjadi komunitas yang menyuarakan semangat persatuan dalam kemajemukan. “Bahkan sampai ke negara-negara lain. Hal ini dibuktikan dengan kehadiran Duta Besar Palestina untuk Indonesia dalam kegiatan Natal ini,”tambah Wandik.

Dalam acara yang sama, Zuhair Al-Shun mengapresiasi apa yang dilakukan GAMKI mengundang dirinya hadir dalam perayaan Natal nasional ini. Zuhair memastikan, bahwa perseteruan antara Palestina dengan Israel semata-mata adalah karena politik.

“Bukan persoalan agama. Karena Islam, Yahudi dan Kristen hidup berdampingan selama ini. Apa yang terjadi dengan Palestina adalah masalah pendudukan Israel terhadap negeri Palestina,”ujar Zuhair. (Ralian)


Bagikan berita kami:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *