Trasformasi TPST Bantargebang, Momentum Membangun Sistem Lingkungan Terpadu Menuju 5 Abad Jakarta

Peristiwa159 Dilihat

Dalam perspektif yang lebih luas, material hasil pemulihan yang memenuhi standar teknis dan lingkungan dapat dipertimbangkan sebagai bagian dari dukungan pembentukan lanskap.

Pendekatan ini membuka kemungkinan agar hasil pemulihan kawasan tidak berhenti di lokasi TPST, tetapi ikut mendukung rehabilitasi ruang hijau pada sistem perlindungan wilayah pesisir.

Pada saat yang sama, ruang yang telah berhasil dipulihkan melalui kegiatan penambangan dapat kembali dimanfaatkan untuk fungsi baru yang lebih produktif. Sebagian area dapat diarahkan menjadi lokasi fasilitas pengolahan sampah berbasis energi melalui PLTSa sehingga aliran sampah baru tidak lagi bergantung pada pola penimbunan konvensional. Sedang area lainnya dapat ditata ulang menjadi tempat pemrosesan akhir dengan metode sanitary landfill yang lebih modern, tertata, dan mudah dikendalikan.

Pembangunan dengan metode sanitary landfill menggantikan metode open dumping yang selama ini berlangsung, memungkinkan pengelolaan residu dilakukan secara lebih baik melalui sistem pelapisan dasar, pengumpulan dan pengolahan lindi, pengendalian gas metana, pengaturan zona operasi, serta pemantauan lingkungan yang lebih ketat.

Dengan pendekatan tersebut, kawasan TPST Bantargebang tidak lagi berkembang ke samping melalui penumpukan tanpa batas, tetapi berubah menjadi sistem pengelolaan yang lebih efisien, terkendali, dan berorientasi pada pemulihan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *