Pemanfaatan lindi bukan semata menghasilkan produk, tetapi menunjukkan bahwa residu pengelolaan sampah pun dapat dikembalikan ke dalam siklus pemulihan sumber daya.
Dalam kerangka tersebut, pengelolaan sampah tidak lagi berhenti pada tahap pengurangan volume, tetapi menjadi bagian dari rantai pemulihan lingkungan yang menghasilkan energi, memulihkan ruang, dan memperkuat ketahanan wilayah pesisir. Di sinilah transformasi TPST bantargebang dan perlindungan pesisir bertemu dalam satu sistem.
Giant Sea Wall, Lanskap Hijau Produktif untuk Masa Depan
Pada sisi lain, pembangunan Giant Sea Wall (GSW) yang sedang berlangsung di pesisir utara Pulau Jawa saat ini, perlu dipandang lebih luas selain sebagai infrastruktur pengendali banjir rob, juga dapat menjadi bagian dari sistem ketahanan kota yang mengintegrasikan perlindungan pesisir, pengelolaan air, penguatan ruang terbuka hijau, dan adaptasi perubahan iklim.
Pengembangan lanskap hijau pada sisi dalam kawasan GSW berpotensi memanfaatkan material pembenah tanah hasil proses pemulihan kawasan TPST Bantargebang yang telah memenuhi standar lingkungan sebagai material reklamasi.
Ketika pengelolaan sampah menjadi lebih modern dan kawasan pesisir lebih terlindungi, Jakarta memiliki peluang membangun fondasi kota yang lebih tangguh, estetik, dan berkelanjutan.
