Trasformasi TPST Bantargebang, Momentum Membangun Sistem Lingkungan Terpadu Menuju 5 Abad Jakarta

Peristiwa154 Dilihat

Transformasi ini membuka peluang perubahan paradigma: dari timbunan menjadi sumber daya, dari keterbatasan lahan menjadi ruang produktif, dan dari tempat pembuangan menjadi pusat ekonomi sirkular dan ketahanan lingkungan yang lebih berkelanjutan.

Mengubah Lindi dari Beban Menjadi Sumber Daya

Transformasi pengelolaan sampah juga harus mencakup aspek yang sering luput dari perhatian publik, yaitu pengelolaan cairan lindi. Lindi merupakan hasil dekomposisi sampah dan infiltrasi air yang berpotensi menimbulkan pencemaran tanah dan badan sungai apabila tidak dikelola dengan baik.

TPST Bantargebang memiliki fasilitas kolam pengolahan lindi yang dikenal dengan instalasi pengolahan air sampah (IPAS) berkapasitas 7.000 meter kubik per hari.

Kapasitas itu sesungguhnya belum memadai untuk menampung dan mengelola cairan lindi yang terbentuk dari proses dekomposisi dan infiltrasi air pada kawasan timbunan seluas 110 hektar.

Belum banyak yang menyadari bahwa cairan lindi yang berbau merupakan aset lingkungan yang dapat dimanfaatkan lebih jauh untuk menghasilkan produk yang bernilai ekonomi dan ekologis.

Melalui sistem pengolahan yang memenuhi persyaratan lingkungan, cairan lindi dapat diolah dan dimanfaatkan menjadi produk pupuk hayati cair yang murah dan berkualitas untuk mendukung ekonomi sirkular.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *