Trasformasi TPST Bantargebang, Momentum Membangun Sistem Lingkungan Terpadu Menuju 5 Abad Jakarta

Peristiwa151 Dilihat

Oleh: Ir. Edward Tanari, M.Si

Perjalanan menuju lima abad Jakarta bukan hanya ditandai pembangunan infrastruktur yang megah, tetapi juga oleh kemampuan kota ini menyelesaikan persoalan lingkungannya secara berkelanjutan.

Di tengah berbagai tantangan tersebut, transformasi TPST Bantargebang dan pembangunan Giant Sea Wall dipandang sebagai dua agenda yang berbeda. Padahal, keduanya dapat menjadi bagian dari satu sistem lingkungan terpadu yang saling memperkuat.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah mengambil langkah strategis melalui pengembangan berbagai fasilitas pengolahan sampah yakni, pembangunan Refuse Derived Fuel (RDF) di Rorotan dan rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) di TPST Bantargebang.

Upaya ini menunjukkan komitmen kuat untuk beralih dari pendekatan konvensional menuju pengelolaan sampah yang lebih modern dan berkelanjutan.

Namun, keberhasilan transformasi tersebut tidak hanya ditentukan oleh hadirnya teknologi baru.

Tantangan yang lebih besar adalah bagaimana mengintegrasikan seluruh komponen pengelolaan sampah mulai dari TPST Bantargebang, landfill mining, PLTSa, pemanfaatan gas metana, pengolahan lindi, hingga rehabilitasi lingkungan ke dalam satu sistem yang saling mendukung. Melalui pendekatan itu, transformasi TPST Bantargebang diharapkan tidak hanya menyelesaikan persoalan hari ini, tetapi juga dapat memberikan kontribusi bagi pembangunan Giant Sea Wall sebagai bagian dari strategi mewujudkan Jakarta yang tangguh dan berkelanjutan memasuki usia lima abad.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *